Menelusuri Jejak Ottoman di Desa Cumalikizik Turki - my blog

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Menelusuri Jejak Ottoman di Desa Cumalikizik Turki
May 23rd 2025, 14:07 by kumparanTRAVEL

Suasana Desa Cumalikizik terletak di kaki Gunung Uluda di kota Bursa, Turki. Foto: Ela Nurlaela/kumparan
Suasana Desa Cumalikizik terletak di kaki Gunung Uluda di kota Bursa, Turki. Foto: Ela Nurlaela/kumparan

Wisata sejarah di Turki memang enggak pernah kehabisan cerita. Negara ini seperti museum hidup yang terbentang luas, memperlihatkan jejak-jejak peradaban besar di setiap sudutnya.

Mulai dari peninggalan Romawi, Bizantium, hingga yang paling melekat, yaitu Kesultanan Ottoman. Ya, saat menyebut Turki, nama Kesultanan Ottoman hampir pasti ikut terlintas, karena negeri ini dulunya adalah pusat kekuasaan kerajaan besar tersebut.

Suasana pintu masuk menuju Desa Cumalikizik yang terletak di kaki Gunung Uluda di kota Bursa, Turki. Foto: Ela Nurlaela/kumparan
Suasana pintu masuk menuju Desa Cumalikizik yang terletak di kaki Gunung Uluda di kota Bursa, Turki. Foto: Ela Nurlaela/kumparan

Dari sekian banyak situs bersejarah, Desa Cumalikizik di Bursa menawarkan pengalaman unik yang tak bisa ditemukan di tempat lain. Terletak di kaki Gunung Uludag, sekitar 100 kilometer dari Istanbul atau 2,5 jam perjalanan darat, desa ini seperti membawa pengunjung langsung ke masa 700 tahun lalu.

Saat kumparan berkunjung ke sana, cuaca cukup sejuk, sekitar 16 derajat celsius. Sisa-sisa salju yang meleleh dari puncak Uludag mempermanis perjalanan kami.

Pengunjung berfoto di tugu UNESCO yang ada di depan Desa Cumalikizik. Foto: Ela Nurlaela/kumparan
Pengunjung berfoto di tugu UNESCO yang ada di depan Desa Cumalikizik. Foto: Ela Nurlaela/kumparan

Begitu tiba, udara segar khas pegunungan langsung menyambut. Di gerbang masuk desa, sebuah tugu kecil bertanda UNESCO berdiri tegak, menandai bahwa desa ini telah menjadi situs Warisan Dunia sejak 2014.

"Desa ini memiliki lebih dari 270 rumah tradisional Ottoman, dengan sekitar 180 rumah masih digunakan sebagai tempat tinggal," jelas Mecit Bogday, pemandu lokal yang menemani kami berkeliling.

Salah satu warga sedang asyik nongkrong di salah satu kedai yang ada di Desa Cumalikizik. Foto: Ela Nurlaela/kumparan
Salah satu warga sedang asyik nongkrong di salah satu kedai yang ada di Desa Cumalikizik. Foto: Ela Nurlaela/kumparan

Rumah-rumah di sana juga masih mempertahankan ciri khas Ottoman yang dibangun dari batu, kayu, dan tanah liat, dengan pintu lebar dan balkon khas zaman dulu.

"Dulu pintunya lebar karena harus cukup untuk kuda masuk," tambahnya sambil menunjuk ke salah satu rumah.

Pintu-pintu warga di Desa Cumalikizik rata-rata lebar seperti ini. Foto: Ela Nurlaela/kumparan
Pintu-pintu warga di Desa Cumalikizik rata-rata lebar seperti ini. Foto: Ela Nurlaela/kumparan

Meski banyak penduduk asli telah pindah, suasana desa tetap terjaga. Kini, sebagian rumah dimanfaatkan sebagai toko oleh-oleh dan tempat usaha kecil.

Terlihat warga setempat yang menjajakan dagangan mereka di sepanjang jalan Foto: Ela Nurlaela/kumparan
Terlihat warga setempat yang menjajakan dagangan mereka di sepanjang jalan Foto: Ela Nurlaela/kumparan

Di sepanjang jalan berbatu yang menanjak, tampak beberapa ibu-ibu duduk menjajakan dagangan. Rata-rata semua yang dijual adalah hasil buah tangan mereka sendiri, mulai dari makanan, sabun mandi, hingga kain rajut anak-anak yang langsung dijahit oleh ibu-ibu setempat.

Suasana desa terasa tenang dan damai. Saat kumparan berkunjung ke sana, tidak terlalu banyak wisatawan. Menurut Macit, waktu paling ramai pengunjung biasanya saat musim panas.

Warga setempat membuka jasa untuk foto dengan menggunakan kostum di massa Kesultanan Ottoman. Foto: Ela Nurlaela/kumparan
Warga setempat membuka jasa untuk foto dengan menggunakan kostum di massa Kesultanan Ottoman. Foto: Ela Nurlaela/kumparan

Untuk masuk ke desa ini, kamu tak perlu membayar tiket. Namun, satu hal penting, pakailah alas kaki yang nyaman karena jalanan di sini menanjak dan berbatu. Jangan coba-coba pakai sepatu hak tinggi, ya.

Suasana Desa Cumalikizik terletak di kaki Gunung Uluda di kota Bursa, Turki. Foto: Ela Nurlaela/kumparan
Suasana Desa Cumalikizik terletak di kaki Gunung Uluda di kota Bursa, Turki. Foto: Ela Nurlaela/kumparan

Ya, Cumalikizik bukan sekadar tempat wisata, tapi juga potongan sejarah yang masih hidup. Di tempat ini, jejak kejayaan Ottoman bukan hanya bisa dilihat, tapi juga dirasakan.

Gimana, tertarik buat berkunjung ke sini?

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.
Next Post Previous Post