Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung usai melakukan peninjauan trotoar di Blok M, Jakarta Selatan, Jumat (23/5/2025). Foto: Alya Zahra/kumparan
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah memulai revitalisasi trotoar untuk pejalan kaki di sekitar kawasan Blok M. Rencananya, revitalisasi tersebut akan rampung pada bulan Oktober.
Revitalisasi trotoar ini dimulai dari Jalan Falatehan, Jalan Raden Patah, Jalan Dokter Saharjo, Jalan KH Abdullah Syafei, dan simpang Fatmawati. Untuk kawasan Blok M sendiri, panjang trotoar yang bakal direvitalisasi total 1,3 KM.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, revitalisasi ini bertujuan untuk memperbaiki konektivitas yang belum berjalan dengan baik. Selain itu, dia juga akan melakukan pembersihan gorong-gorong di daerah Jakarta untuk mengantisipasi apabila terjadi hujan ekstrem yang berpotensi banjir.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau revitalisasi trotoar di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Jumat (23/5/2025). Foto: Alya Zahra/kumparan
"Tadi secara khusus saya sudah meminta kepada Pak Kepala Dinas Bina Marga. Saya ini hobinya jalan kaki tanpa teman-teman tahu, saya ini hampir satu minggu dua (atau) tiga kali pasti jalan kaki di trotoar-trotoar yang ada di Jakarta," kata Pramono di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Jumat (23/5).
"Salah satu yang saya temukan adalah seringkali konektivitasnya belum berjalan dengan baik. Maka tadi saya minta untuk dilakukan perbaikan dan sekaligus nanti Bapak Kepala Dinas Bina Marga akan mencanangkan perbaikan trotoar dan membersihkan trotoar dan gorong-gorongnya," lanjutnya.
Sejumlah penumpang antre masuk bus listrik Transjakarta di Terminal Blok M, Jakarta, Rabu (17/7/2024). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Pramono juga meminta agar revitalisasi trotoar ini memprioritaskan penyandang disabilitas (difabel) karena masih sering ditemukan pedestrian yang belum dilengkapi fasilitas disabilitas.
"Dalam membuat pedestrian kan ada tanda. Dan itu gak boleh gak ada. Harus ada untuk disabilitas. Sehingga dengan demikian termasuk nanti kalau ada perbaikan di TOD Blok M ini saya sudah minta disabilitas tetap harus menjadi prioritas," ungkapnya.
Foto udara jembatan layang (skybridge) penghubung Stasiun MRT Asean dan Halte Transjakarta CSW di Jakarta, Rabu (11/8). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO
Adapun terkait penutup gorong-gorong trotoar yang rawan dicuri, Pramono akan menambahkan penerangan di kawasan tersebut serta bekerja sama dengan kepolisian.
"Ya memang pencurian terus terang ada. Bahkan saya sudah minta kepada Pak Kepala Dinas Bina Marga ini untuk segera menghidupkan Semanggi, lampu dan sebagainya. Karena Semanggi dulu kan pernah menyala terang benderang. Dan Semanggi aja bisa dicuri," ucapnya.
"Tapi saya bilang sama Pak Kadis. Pak, tetap harus dipasang sekarang diawasi. Lalu perlu kita kerja sama dengan kepolisian untuk mengawasi itu supaya Semanggi bisa semarak lagi," imbuhnya.