Lari termasuk olahraga simpel yang membawa banyak manfaat untuk kesehatan. Namun, bagi sebagian orang, lari juga bisa menyebabkan ketidaknyaman seperti nyeri dada.
Nyeri dada dapat menimpa pelari mana pun, baik yang profesional maupun pemula. Penyebabnya bermacam-macam, salah satunya karena durasi tidur malam yang kurang, sebagaimana dijelaskan oleh coach lari Syahrul,.
"Banyak faktor mengenai dada sakit, dada terasa sakit salah satunya karena recovery tidur yang kurang, sehingga ketika berlatih dada terasa panas atau sesak," ucapnya.
Sementara itu, menurut member teman kumparan Running Club Octa, dehidrasi juga bisa membuat dada nyeri saat berlari. Pendapat ini didukung oleh penjelasan dalam laman Kailash Healthcare.
Saat tubuh dehidrasi, terjadi ketidakseimbangan elektrolit yang menyebabkan kram otot di bagian dada. Nah, untuk mengatasi masalah ini, kamu bisa menyimak tips dari expert berikut ini.
Cara Mengatasi Nyeri Dada Saat Berlari
Ilustrasi Lari. Foto: Pavel1964/Shutterstock
Menurut penjelasan coach Syahrul, jika kamu sering begadang lalu mengalami nyeri dada saat lari, maka perbaiki pola tidur dan dapatkan waktu istirahat yang cukup. Dikutip dari laman Runkeeper, pelari butuh tidur selama 7-9 jam setiap malam.
Sementara itu, personal trainer bernama Bambang Yulianto menjelaskan bahwa nyeri dada saat lari juga sering kali terjadi karena pelari terlalu memforsir dirinya sendiri. Jadi, penting untuk mengetahui limit kecepatan dan kemampuan diri.
"Biasanya kita berlari terlalu cepat dan tidak sesuai dengan kemampuan yang menyebabkan otot dada berkontraksi akibat napas yang terlalu cepat. Jadi pola latihan yang terukur bisa mengatasi nyeri dada," terang Bambang atau yang akrab disapa Mas Bams.
Captain teman kumparan Running Club, Yaman, juga menjelaskan hal serupa. Ia berpesan pada pelari agar segera menurunkan kecepatan lari atau berhenti saat dada terasa nyeri.
"Tips saat dada terasa sakit pada saat berlari yaitu menurunkan kecepatan berlari atau berhenti sejenak, jika sakit makin menjadi segera meminta pertolongan," ucap Captain Yaman.
Ilustrasi Lari. Foto: muse studio/Shutterstock
Sementara itu, Octa memiliki cara tersendiri untuk meminimalkan risiko nyeri dada saat berlari. Menurutnya, hidrasi dan pemanasan sangat berpengaruh terhadap kesehatan tubuh saat lari.
Kamu bisa mengikuti tips pemanasan dari Octa jika ingin mengurangi risiko nyeri dada saat berlari. Berikut teknik pemanasan yang sering ia lakukan:
Jumping jacks, untuk memanaskan tubuh secara menyeluruh.
Arm swings/arm circles, untuk mengaktifkan otot bahu dan dada.
Melatih otot dada dan bahu, karena pernapasan yang kuat bergantung pada kelenturan kedua otot ini.
Latihan pernapasan dengan cara menarik napas perlahan melalui hidung, lalu embuskan sambil mengencangkan otot perut.
Jika kamu sering mengalami nyeri dada saat lari atau jika nyeri yang kamu rasakan makin parah, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.
Para ahli akan melakukan pemeriksaan untuk memutuskan apakah nyeri dada yang kamu alami berkaitan dengan penyakit jantung atau tidak.
Jangan ketinggalan info event Fun Run! Gabung komunitas teman kumparan Running Club sekarang http://kum.pr/running