Media session "GoodKnight: Tidur Nyenyak, Anak Hebat", di Jakarta Selatan, Kamis (15/5/2025). Foto: Dok. GoodKnight
Sebagai orang tua, Anda tentu ingin anak bangun pagi dengan ceria, semangat, dan siap menjalani hari. Tapi kenyataannya, tidak selalu begitu ya, Moms.
Kadang-kadang anak terbangun dalam keadaan rewel, malas makan, bahkan enggan untuk berangkat sekolah. Ternyata, salah satu faktor yang sangat mempengaruhi hal itu adalah rutinitas tidur mereka.
Ibu sekaligus publik figur, Caca Tengker, mengaku memiliki pengalaman yang sama. Ia menyebut suasana hati sang anak lebih baik setelah menerapkan rutinitas tidur yang lebih baik.
"Setelah sudah lebih konsisten sama rutinitas, anakku, Nuni, bangun tidur jadi memang lebih semangat, apalagi mood-nya gitu. Berangkat ke sekolah tuh lebih lebih semangat, mau ketemu teman-temannya, mau belajar," ujar Caca dalam acara media session "GoodKnight: Tidur Nyenyak, Anak Hebat", di Jakarta Selatan, Kamis (15/5).
Rutinitas Tidur dan Konsistensi
Caca mengatakan, bahwa ketika waktu tidurnya tidak sesuai rutinitas, anaknya sering terbangun dalam suasana hati yang buruk, mudah rewel, tidak nafsu makan, dan sulit diajak bekerja sama.
Caca Tengker dan keluarganya. Foto: Instagram/@cacatengker
"Terus kalau misalkan udah nggak mau makan, balik lagi kan jadinya jam tidurnya, jam tidur siangnya berantakan. Nanti sampai malam gitu lagi. Wah, panjang deh," kata Caca.
Hal inilah yang membuat Caca terus berupaya menerapkan rutinitas tidur yang konsisten. Sebab, aturan yang konsisten lebih mudah untuk dimengerti dan diterapkan anak. Apabila tidak konsisten, maka anak cenderung mudah menawar aturan dengan berbagai alasan.
"Ah besok ditawar dikit deh, tambah dua buku, tambah deh cerita ayah ibu, nanti tambah deh cerita pas lahiran' Jadi ada aja gitu alasannya, tapi kalau misalkan kita konsisten dengan rutinitas, nggak ada ruang juga buat anak mencoba-coba gitu," imbuh Caca.
Di sisi lain, apabila Anda menerapkan aturan yang konsisten, anak juga akan semakin mengerti bahwa mencoba untuk menawar kesepakatan yang telah dibuat tanpa alasan yang penting, tidak akan ada gunanya. Dengan begitu, anak juga akan semakin disiplin mengikuti kebiasaan orang tuanya.