Kemenpar Ungkap Alasan Geopark Kaldera Toba Dapat Kartu Kuning dari UNESCO - my blog

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Kemenpar Ungkap Alasan Geopark Kaldera Toba Dapat Kartu Kuning dari UNESCO
May 22nd 2025, 13:16 by kumparanTRAVEL

Ilustrasi destinasi wisata Danau Toba Foto: Dok. Kementerian Pariwisata
Ilustrasi destinasi wisata Danau Toba Foto: Dok. Kementerian Pariwisata

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengungkapkan alasan pemberian kartu kuning terhadap Geopark Kaldera Toba oleh UNESCO.

Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Hariyanto menjelaskan alasan diberikannya kartu kuning tersebut lantaran pengelolaannya yang belum baik.

Tim penilai mendapati kelemahan dalam pengelolaan taman bumi tersebut. Selain itu, keterpaduan pemangku kepentingan terkait pengelolaan taman bumi masih kurang dan keterlibatan masyarakat lokal dalam aktivitas edukatif, serta kegiatan pariwisata berkelanjutan di Geopark Kaldera Toba masih rendah.

Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenpar, Hariyanto dalam acara Jumpa Pers Bulanan di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Kemenparekraf, Jakarta pada Jumat (7/2/2025). Foto: Gitario Vista Inasis/kumparan
Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenpar, Hariyanto dalam acara Jumpa Pers Bulanan di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Kemenparekraf, Jakarta pada Jumat (7/2/2025). Foto: Gitario Vista Inasis/kumparan

Di samping itu, menurut penilaian tim UNESCO belum ada standar penyampaian informasi di setiap situs geologi dan fasilitas pendukung yang tersedia di taman bumi tidak memadai dan kurang terawat.

Tim penilai menggarisbawahi perlunya penelitian berkesinambungan di situs geologi, peningkatan kerja sama antar-institusi terkait, dan peningkatan edukasi mengenai aspek geologi, biologi, dan budaya di Geopark Kaldera Toba.

Kaldera Danau Toba di Sumatera Utara. Foto: PLOO Galary/Shutterstock
Kaldera Danau Toba di Sumatera Utara. Foto: PLOO Galary/Shutterstock

Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark juga dinilai kurang aktif berpartisipasi dalam forum regional dan internasional yang diadakan oleh UNESCO.

"Ini perlu dipenuhi dan ikuti, namun membutuhkan dukungan anggaran yang besar," kata Hariyanto, seperti dilansir Antara.

"Sebagai contoh, kegiatan di bulan September 2025 mendatang yang akan digelar di negara Chili, Amerika Selatan, yang tentunya membutuhkan dana yang besar untuk dapat hadir," tambahnya.

Pemandangan Danau Toba dari Paropo. Foto: Shutterstock
Pemandangan Danau Toba dari Paropo. Foto: Shutterstock

Hariyanto menyampaikan bahwa pengelola taman bumi juga perlu mengikuti kegiatan pelatihan rutin yang diadakan di negara, seperti Maroko, Yunani, Prancis, dan Jepang.

Menurutnya, mengirim perwakilan pengelola taman bumi untuk mengikuti kegiatan pelatihan di luar negeri semacam itu membutuhkan biaya besar pula.

Ilustrasi UNESCO. Foto: Bumble Dee/Shutterstock
Ilustrasi UNESCO. Foto: Bumble Dee/Shutterstock

Geopark Kaldera Toba mendapat kartu kuning dari UNESCO dalam rapat UNESCO Global Geopark di Maroko pada 4 sampai 5 September 2023.

UNESCO memberikan kartu kuning, karena menilai pengelola taman bumi tidak memenuhi beberapa kriteria pengelolaan yang telah ditetapkan.

"Kartu kuning bukan dalam bentuk sertifikat ataupun dokumen, kartu kuning artinya masa revalidasi diberikan untuk dua tahun, karena masih diperlukan peningkatan visibilitas geosite agar masyarakat lebih mengetahui dan memahami tentang geopark," ujar Hariyanto.

Pembenahan di Geopark Kaldera Toba

Kaldera Toba, Sumatera Utara  Foto: Shutter stock
Kaldera Toba, Sumatera Utara Foto: Shutter stock

Kementerian Pariwisata bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Badan Pengelola Toba Kaldera UNESCO Global Geopak berusaha melakukan pembenahan, guna mendapatkan kembali kartu hijau untuk Geopark Kaldera Toba.

Kementerian Pariwisata berkoordinasi dan melakukan pertemuan dengan pihak-pihak terkait untuk meningkatkan pengelolaan taman bumi tersebut.

Pemerintah pusat pada tahun 2024 mengalokasikan Dana Alokasi Khusus Rp 56,6 miliar untuk biaya pembangunan infrastruktur fisik, dan kegiatan nonfisik penunjang pengembangan objek wisata Danau Toba.

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara sudah menginstruksikan organisasi-organisasi perangkat daerah terkait untuk mendukung pembenahan Geopark Kaldera Toba.

Hariyanto mengatakan bahwa pemerintah daerah di sekitar Danau Toba telah memahami pentingnya sinergi dalam menjaga status UNESCO Global Geopark, dan menyatakan komitmen untuk berpartisipasi dalam upaya pembenahan.

"Pemda juga menyatakan komitmennya untuk mempercepat perbaikan pada aspek manajemen, konservasi, dan pemberdayaan masyarakat lokal sesuai rekomendasi UNESCO," katanya.

Taman bumi lain yang pada tahun 2023 mendapat kartu kuning dari UNESCO adalah Gua Zhijindong di China, Taman Nasional Regional Luberon di Prancis, Madonie di Italia, dan Colca y Volcanes de Andagua di Peru.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.
Next Post Previous Post