Kami Mencoba Curhat Masalah Hidup ke Deepseek, Gemini, dan ChatGPT - my blog

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Kami Mencoba Curhat Masalah Hidup ke Deepseek, Gemini, dan ChatGPT
May 31st 2025, 12:06 by kumparanNEWS

Ilustrasi Curhat ke AI. Foto: Shutterstock
Ilustrasi Curhat ke AI. Foto: Shutterstock

Curhat ke AI atau kecerdasan buatan kini tengah digandrungi banyak masyarakat. Respons yang diberikan AI dinilai cukup masuk akal dan memuaskan. Berdasarkan survei Oliver Wyman Forum pada Oktober-November 2023, sebanyak 3 dari 10 orang di Indonesia tertarik untuk curhat ke AI.

kumparan pun mencoba curhat ke tiga chatbot AI seperti DeepSeek, Google Gemini, dan ChatGPT.

AspekDeepSeekGeminiChatGPT
PengembangDeepSeek (China)Google DeepMindOpenAI
Model UtamaDeepSeek-VL, DeepSeek-CoderGemini 1.5 Pro, Gemini 1.0 UltraGPT-4 (GPT-4-turbo), GPT-4.5 (khusus API)
SpesialisasiCoding, multimodal (teks-gambar)Multimodal (teks, gambar, audio, video, kode)General purpose, multimodal, kuat dalam reasoning
Tahun Rilis Awal2023 (DeepSeek-Coder & DeepSeek-VL)2023 (Gemini 1.0), 2024 (Gemini 1.5)2022 (ChatGPT berbasis GPT-3.5), 2023 (GPT-4), 2024 (GPT-4-turbo)

Tiga AI tersebut diberikan isi curhatan yang sama menggunakan satu email yang juga sama. Email yang digunakan adalah email baru yang belum pernah digunakan untuk mendaftar ke platform tersebut.

Berikut adalah isi dari curhatan kami.

Ilustrasi Curhat ke AI. Foto: Dok. Tangkapan Layar Google Gemini
Ilustrasi Curhat ke AI. Foto: Dok. Tangkapan Layar Google Gemini

Pertanyaan pertama

"Hai, aku Rinjani usia 27, kerja sebagai jurnalis. aku mau curhat nih soal pacar aku. Aku bingung dia kalau di-chat suka cuek, tapi kalau ketemu perhatian banget. Katanya sih kalau di rumah ya kerjaannya tidur aja. Emang sih aku ngerasa dia agak malas buat chat, daripada bales chat, dia suka tiba-tiba vidcall aja. Aku percaya sih, tapi suka overthinking aja. Menurut kamu gimana?"

Respon dari ketiga AI bisa dikatakan cukup berbeda. Gaya bahasanya pun terlihat ada yang lebih informal sampai formal. Berikut adalah rincian balasan yang diberikan masing-masing AI.

DeepSeekGoogle GeminiChatGPT
Hai Rinjani! Pertama-tama, aku ngerti banget perasaanmu—situasi kayak gini emang bikin bingung dan kadang bikin overthinking, apalagi buatmu yang mungkin butuh komunikasi intens sebagai jurnalis. Beberapa hal yang bisa jadi penyebab pacarmu cuek via chat tapi perhatian saat ketemu: Gaya komunikasi yang berbeda: Ada orang yang emang nggak nyaman berlama-lama di chat, tapi sangat ekspresif saat bertemu langsung. Bisa jadi dia tipe orang yang lebih suka interaksi fisik/verbal. Prioritas istirahat: Klaimnya bahwa di rumah cuma tidur mungkin nggak sepenuhnya alasan. Bisa saja dia memang butuh waktu "recharge" energi dengan cara offline. Kebiasaan malas chat: Nggak semua orang bisa konsisten merespons chat, apalagi kalau topiknya dirasa kurang urgent. Pilihan vidcall-nya menunjukkan dia lebih suka komunikasi real-time. Yang bisa kamu lakukan: Komunikasikan kebutuhanmu: Jelaskan bahwa meski kamu memahami gayanya, sesekali respon via chat bikin kamu lebih tenang. Misal, minta dia kasih tanda (like/sticker) kalau lagi nggak bisa lama-lama chat. Cari middle ground: Kalau dia lebih nyaman vidcall, bisa sepakati frekuensi yang pas buat kalian berdua. Misal, sehari sekali atau sesuai mood. Evaluasi kepentinganmu: Apakah sifat cueknya ini bener-bener mengganggu hubungan, atau bisa kamu terima sebagai bagian dari kepribadiannya? Selama dia konsisten menunjukkan perhatian saat ketemu dan nggak ada red flags (e.g., tiba-tiba hilang berhari-hari), bisa jadi ini memang gaya komunikasinya. Tapi kalau kamu terus merasa cemas, coba diskusikan lebih dalam sama dia. Yang pasti, overthinkingmu wajar, Rin! Cuma jangan sampai menggerogoti percayamu selama dia masih berusaha menunjukkan kasih sayang dengan caranya sendiri. 💙Hai Rinjani, usia 27, jurnalis. Aku paham banget perasaan kamu. Wajar kok kalau kamu jadi overthinking, apalagi pola komunikasi pacarmu ini memang agak unik. Perbedaan sikap antara chat yang cuek dan perhatian saat bertemu ini sering bikin bingung ya. Dari ceritamu, ada beberapa kemungkinan yang bisa menjelaskan sikap pacarmu: Gaya Komunikasi yang Berbeda: Setiap orang punya preferensi komunikasi yang berbeda. Ada yang memang lebih nyaman dan ekspresif saat bertatap muka langsung daripada melalui teks. Bisa jadi pacarmu memang tipe yang kurang suka atau kurang jago dalam berkomunikasi via chat, tapi saat ketemu, dia bisa menunjukkan perhatiannya dengan lebih tulus. Prioritas di Rumah: Kalau dia bilang kerjanya di rumah hanya tidur, mungkin memang dia bukan tipe yang "melek" banget sama ponsel saat di rumah. Atau, dia memang lebih memilih untuk istirahat dan tidak terlalu aktif di media sosial atau chat saat tidak ada kegiatan. Malas Mengetik, Lebih Suka Langsung: Nah, ini poin penting. Dia lebih memilih video call daripada membalas chat. Ini justru bisa jadi indikasi bahwa dia ingin komunikasi yang lebih personal dan langsung denganmu, tanpa harus repot mengetik. Mungkin dia merasa dengan video call, dia bisa mendengar suaramu, melihat ekspresimu, dan merasa lebih terhubung. Ini bisa jadi bentuk perhatiannya juga lho, meski berbeda cara. Bukan Prioritas Utama di Dunia Maya: Mungkin baginya, interaksi di dunia maya (chat) bukan hal yang utama. Dia lebih menghargai dan menginvestasikan energinya pada interaksi langsung denganmu. Jadi, Gimana Nih? Daripada terus overthinking, coba deh Rinjani untuk berkomunikasi secara terbuka dengan pacarmu. Bukan dengan menuduh atau mengeluh, tapi sampaikan apa yang kamu rasakan. Misalnya: "Aku kadang suka bingung deh, kalau di chat kamu kok jarang balas atau terkesan cuek. Tapi kalau ketemu, kamu perhatian banget." "Aku sebenarnya senang kalau kamu tiba-tiba video call, tapi kadang aku juga pengen lho bisa ngobrol santai lewat chat." Dengan begitu, kamu bisa mendengarkan langsung penjelasannya dari dia. Mungkin dia memang punya alasan kuat yang belum kamu tahu. Yang penting, kamu percaya sama dia dan dia juga sudah membuktikannya saat bertemu. Intinya, jangan buru-buru menyimpulkan negatif ya, Rinjani. Bisa jadi ini hanya perbedaan gaya komunikasi yang perlu kalian pahami dan sesuaikan bersama.Hai Rinjani, makasih udah curhat. Kamu nggak sendiri kok—banyak orang ngalamin hal serupa, apalagi soal perbedaan gaya komunikasi dalam hubungan. Dari cerita kamu, kelihatan banget kalau kamu sayang sama dia dan peduli. Dan bagus juga kamu masih bisa bilang kamu percaya, meski kadang overthinking. Itu wajar banget. Beberapa hal yang mungkin bisa kamu renungkan: 1. Gaya komunikasi tiap orang beda Ada orang yang memang nggak nyaman ngobrol panjang lewat chat. Bisa jadi pacar kamu tipe yang lebih nyaman komunikasi langsung—makanya dia lebih pilih video call, dan pas ketemu malah perhatian banget. Bagi dia, mungkin itu caranya menunjukkan kasih sayang. 2. Bukan berarti dia nggak peduli Fakta bahwa dia masih berusaha terhubung lewat video call (bukan cuma ngilang aja) itu tandanya dia tetap pengen connect, tapi dengan caranya sendiri. Tapi kamu juga punya hak buat merasa dihargai sesuai dengan kebutuhan kamu, termasuk lewat komunikasi rutin. 3. Overthinking sering muncul karena kurang kepastian Kalau kamu merasa overthinking terus karena dia jarang chat, bisa jadi kamu perlu ngobrol baik-baik sama dia soal ini. Bukan buat menyalahkan, tapi lebih kayak, "Aku tuh ngerasa lebih tenang kalau kita sesekali saling sapa lewat chat. Aku ngerti kamu nggak suka chat panjang, tapi kalau ada kabar dikit aja itu udah bikin aku senang." 4. Tanya diri kamu: kamu nyaman dengan dinamika ini? Penting juga buat kamu refleksi: gaya komunikasi dia yang kayak gitu, bisa kamu terima dalam jangka panjang nggak? Hubungan itu soal kompromi dua arah, bukan salah satu yang terus ngalah. Tips: Coba kenalin love language masing-masing. Bisa jadi love language kamu words of affirmation, sementara dia lebih ke quality time atau physical touch. Komunikasikan kebutuhan kamu dengan tenang dan jujur, bukan pas lagi kesel atau overthinking. Kalau dia sayang dan serius, dia pasti akan coba menyesuaikan, walau pelan-pelan. Kalau kamu mau, aku bisa bantu kamu bikin contoh cara ngobrol enak soal ini ke dia, biar nggak jadi konflik. Mau?

Dari tiga AI di atas, respons pertama yang diberikan ketiganya adalah memvalidasi perasaan. DeepSeek, Google Gemini, ChatGPT menilai overthinking yang dirasakan pencurhat menjadi hal yang wajar terjadi. Selanjutnya, jawaban dari DeepSeek, Google Gemini, ChatGPT sama-sama mencoba memetakan penyebab bagaimana masalah komunikasi dengan pacarnya tersebut dapat terjadi.

Uniknya, ketiga AI tersebut sama-sama menyoroti "gaya komunikasi yang berbeda" terkait permasalahan yang kami lempar. DeepSeek dan Google Gemini bahkan memiliki inti jawaban yang hampir sama. Setelah menjawab "gaya komunikasi yang berbeda", DeepSeek dan Google Gemini kemudian menjawab "prioritas istirahat atau di rumah".

Ilustrasi Curhat ke AI. Foto: Dok. ChatGPT
Ilustrasi Curhat ke AI. Foto: Dok. ChatGPT

Kemudian, Deepseek dan Gemini menjawab dengan poin adanya kebiasan malas membalas chat. Sedangkan, ChatGPT memberikan poin jawaban yang cenderung berbeda. Setelah melihat adanya "gaya komunikasi berbeda", ChatGPT menjawab lagi dengan "bukan berarti dia gak peduli", setelahnya "overthinking muncul karena kurang kepastian", dan terakhir "tanya kepada diri sendiri, apakah nyaman dengan masalah tersebut".

Pada paragraf terakhir, ketiga AI menawarkan solusi dari masalah yang dihadapi si pencurhat dan saran untuk merefleksikan diri. Pada bagian akhir jawaban, Deepseek, Google Gemini, dan ChatGPT sama-sama memberikan dorongan positif kepada si pencurhat.

Pertanyaan Kedua

Selanjutnya, kami kembali mencoba bertanya soal ulang tahun pacar.

"Cowo aku mau ulang tahun juga nih, kira-kira apa ngasih kado apa ya yang bikin dia memorable."

Ketiga AI mengawali jawaban dengan sangat excited. DeepSeek terlihat menjawab lebih fun dengan disisipi berbagai emoticon di dalamnya, begitu juga dengan Google Gemini.

DeepSeekGoogle GeminiChatGPT
Wah, ulang tahun pacar tuh moment yang pas banget buat bikin dia merasa spesial! Karena kamu bilang dia tipe yang lebih "action" daripada chat, mungkin bisa kasih kado yang **personal** dan **berkesan**, tapi juga fungsional. Nih beberapa ide berdasarkan karakter cowok yang kamu ceritain: 1. Hadiah yang "Touch His Heart" - **Custom Scrapbook / Foto Album Digital**: Kumpulin foto kalian dari awal kenal sampai sekarang, tulis pesan manis di tiap halaman. Kalau dia nggak terlalu suka fisik, bisa bikin versi digital (e.g., Instagram Story Highlight khusus atau video montage). - **Surat Tulisan Tangan** + **"Coupon Book"**: Kasih surat romantis + kupon "hadiah" kayak "Free Hugs Anytime", "Aku yang traktir makan", atau "No-Question-Asked Gaming Day". 2. Hadiah yang Bisa Dipakai / Fun** - **Smartwatch / Fitness Tracker**: Kalau dia suka olahraga atau tidur terus (biar bisa monitor tidurnya, lol). - **Personalized Merch**: Kaos/cap dengan inside joke kalian atau tulisan kayak *"Rinjani's Sleepy King"*. - **Experience Gift**: Tiket konser, road trip, atau kelas masak/kopi berdua. Cocok buat bikin kenangan! 3. Buat Si "Malas Chat" Tapi Suka Vidcall** - **Power Bank Keren** + **Stiker "Baterai Rinjani"** (biar dia ingat kamu tiap kali lowbat, haha). - **Ring Light Portable** biar vidcallnya lebih cinematic. - **Kopi / Snack Favorit** + notes *"Biar nggak ngantuk terus pas chat aku"* 😆 4. Bonus: Gesture Kecil Tapi Berkesan** - **Ajak ke tempat pertama kali kalian ketemu/kencan**, terus kasih kado di situ. - **Bikin surprise kecil** pas ketemu, kayak hias kamarnya balon atau bawa kue favorit. **Tips**: - Pilih yang sesuai **kepribadian & kesehariannya** (jangan asal mahal). - Kalau bisa, sisipin **unsur inside joke** atau kenangan kalian biar lebih personal. - **Sertakan pesan tulus** tentang betapa berartinya dia. Yang paling penting sih, effort dan kejutan kecil dari kamu pasti bakal bikin dia seneng, apalagi kalau biasanya dia lebih "action" daripada omong. Jadi, sesuaikan aja sama vibe hubungan kalian! 🎉 *P.S.: Kalo mau ide lebih spesifik, kasih tau dong dia hobi apa atau kesukaan lain?* 😊Wah, selamat ulang tahun untuk pacarmu! Memberikan kado yang **memorable** itu memang butuh ide yang pas ya. Mengingat dia orangnya suka tidur dan mungkin kurang aktif di chat tapi perhatian banget saat ketemu, coba kita pikirkan kado yang bisa menyentuh sisi personalnya dan sesuai dengan preferensi komunikasinya. Berikut beberapa ide kado yang bisa jadi sangat berkesan untuk pacarmu: 1. Pengalaman Bersama yang Personal Daripada barang, sebuah pengalaman seringkali lebih berkesan. Ini juga pas dengan karakternya yang lebih perhatian saat bertemu. * **Mini Staycation atau Weekend Getaway Singkat:** Kalau *budget* memungkinkan, ajak dia *staycation* di hotel yang nyaman atau *weekend getaway* ke tempat yang tenang (misalnya pegunungan atau pantai terdekat). Ini memberinya kesempatan untuk istirahat (sesuai hobinya tidur) dan kalian bisa menghabiskan waktu berkualitas bersama tanpa gangguan. Pilih tempat yang punya pemandangan bagus atau fasilitas yang bisa bikin dia rileks. * **Kelas atau Workshop Berdua:** Apakah ada hobi atau minat yang kalian berdua sama-sama tertarik? Misalnya, kelas masak, *workshop* kopi, atau bahkan kelas singkat tentang sesuatu yang *random* tapi lucu. Ini bisa jadi pengalaman baru yang seru dan kalian punya kenangan unik berdua. * **"Date Night" yang Diatur Spesial:** Rencanakan malam kencan yang benar-benar spesial dan personal. Misalnya, masak makanan favoritnya di rumah dengan *ambience* romantis, atau reservasi di restoran yang punya *private room* dan suasana nyaman. Fokus pada kualitas waktu kalian bersama, bukan sekadar makan di luar. --- 2. Barang yang Meningkatkan Kualitas Tidur/Relaksasinya Mengingat hobinya tidur, kado yang mendukung kenyamanan tidurnya bisa jadi pilihan yang sangat bijak dan menunjukkan kamu perhatian pada kebiasaannya. * **Set Sprei dan Bantal Kualitas Tinggi:** Ini mungkin terdengar sederhana, tapi bantal yang super nyaman atau set sprei dari bahan premium (satin, linen, atau katun Mesir) bisa banget meningkatkan kualitas tidurnya. Dia akan teringat kamu setiap kali tidur nyenyak. * **Selimut Pemberat (*Weighted Blanket*):** Selimut ini dirancang untuk memberikan tekanan lembut yang menenangkan, seringkali membantu mengurangi stres dan meningkatkan kualitas tidur. Ini bisa jadi kado yang sangat thoughtful jika dia sering merasa tegang atau punya masalah tidur. * **Diffuser Aromaterapi dengan Pilihan Minyak Esensial Relaksasi:** Pilih *diffuser* dengan desain yang minimalis dan minyak esensial seperti lavender, *chamomile*, atau *sandalwood* yang dikenal bisa membantu relaksasi dan tidur nyenyak. --- 3. Kado yang Personal dan Terkait Kenangan Kalian Kado jenis ini selalu punya nilai sentimental yang tinggi. * **Scrapbook atau Album Foto Kenangan:** Kumpulkan foto-foto terbaik kalian berdua, tambahkan tulisan tangan, tiket bioskop, atau benda kecil lain yang punya kenangan. Ini adalah kado yang sangat personal dan butuh effort, pasti akan sangat dia hargai. * **Video Kompilasi Ucapan dari Orang Terdekat:** Jika memungkinkan, kumpulkan ucapan singkat dari teman-teman dekat atau keluarganya (dan tentu saja darimu). Edit menjadi video pendek yang mengharukan dan lucu. Ini bisa jadi kejutan yang sangat mengharukan. * **Barang Hobi yang Belum Dia Punya (Jika Ada):** Apakah dia punya hobi lain selain tidur? Misalnya, suka baca buku, main game, atau olahraga tertentu? Cari tahu apakah ada *item* spesifik yang dia inginkan tapi belum terbeli. Ini menunjukkan kamu tahu apa yang dia suka. --- **Tips Tambahan:** * **Kemasan yang Menarik:** Bagaimanapun kadonya, kemas dengan rapi dan tambahkan kartu ucapan tulisan tangan. Pesan personal di kartu bisa jadi jauh lebih berkesan daripada kado itu sendiri. * **Berikan dengan Cara yang Spesial:** Jangan hanya menyerahkan begitu saja. Berikan saat kalian sedang berdua, di momen yang pas, atau dengan cara yang sedikit dramatis (misalnya, setelah *dinner* romantis). Pikirkan mana dari ide-ide ini yang paling sesuai dengan kepribadian dan *budget* kamu ya, Rinjani. Yang terpenting adalah ketulusan dan usaha di balik kado tersebut! Kira-kira, dari pilihan di atas, ada yang menarik perhatianmu?Wah, seru banget! Ulang tahun tuh momen pas buat bikin dia ngerasa dihargai dan spesial. Apalagi kalau kamu pengen kasih sesuatu yang **berkesan dan memorable**—nggak selalu harus mahal, tapi bisa bikin dia inget kamu terus. Supaya hadiahnya pas, aku butuh sedikit info: * Dia suka ngapain di waktu luang? * Ada hobi atau barang yang lagi dia pengen banget? * Kalian udah pacaran berapa lama? * Kamu pengen kasih hadiah yang romantis, lucu, atau lebih ke praktis dan fungsional? Tapi sambil nunggu jawabanmu, ini beberapa ide hadiah yang biasanya memorable banget buat cowok: --- 🎁 **Hadiah Personal & Bermakna** 1. **Video kompilasi ucapan ulang tahun** * Rekam dirimu, teman-teman atau keluarganya yang kasih ucapan. Tambahin foto-foto kalian berdua dan musik yang dia suka. Dijamin bikin mewek atau senyum-senyum sendiri. 2. **Surat tangan + kotak memori** * Isi dengan hal-hal kecil yang punya makna: tiket nonton pertama kalian, foto polaroid, catatan lucu, atau benda-benda kecil yang punya cerita. 3. **Barang custom** * Contoh: jam tangan dengan ukiran inisial kalian, dompet dengan inisial, atau hoodie couple yang lucu tapi tetap cowok banget. --- 🔧 **Hadiah yang Nyambung Sama Hobinya** * **Gamer?** Game baru, aksesoris (kayak controller atau headset), atau top-up voucher game favoritnya. * **Suka musik?** Vinyl atau merch band favoritnya, atau alat musik kecil kayak ukulele/pick gitar custom. * **Pencinta otomotif?** Miniatur mobil favoritnya, atau alat bersih-bersih mobil premium. --- ### 💡 **Pengalaman (Bukan Barang)** 1. **Bikin "date day" kejutan** * Kamu rancang sehari penuh aktivitas yang dia suka: nonton film favorit, makan di tempat impian dia, atau road trip dadakan. Bisa juga staycation bareng. 2. **Bikin scavenger hunt** * Kasih dia petunjuk yang harus dia ikuti buat nemuin hadiahnya. Seru dan romantis! 3. **Voucher "kado pribadi" dari kamu** * Bisa hal lucu kayak: "1x pijat kaki gratis", "1x bebas pilih tempat makan", atau "1x izin tidur duluan tanpa drama." Kado garing yang malah lucu dan bikin dia senyum-senyum. --- Kalau kamu kasih sedikit konteks soal dia, aku bisa bantu pilihin yang paling cocok. Mau?

Sementara itu, ChatGPT meminta informasi lebih dalam terlebih dahulu tentang kesukaan, hobi hingga lama pacaran untuk bisa memberikan informasi yang lebih detail. Sekilas, Google Gemini lebih banyak dalam memberikan respons.

Meski begitu, DeepSeek, Google Gemini, dan ChatGPT menjabarkan fungsi dari masing-masing hadiah yang disarankan. Gemini terlihat lebih mendetail daripada DeepSeek dan ChatGPT.

Ilustrasi Curhat ke AI. Foto: Dok. DeepSeek
Ilustrasi Curhat ke AI. Foto: Dok. DeepSeek

Pertanyaan Ketiga

Kami lalu mencoba curhatan di luar konteks percintaan dengan isi sebagai berikut.

"Akhir-akhir ini lagi writer block banget, kayaknya gara-gara overwhelmed. Gimana ya biar ngilangin rasa males itu biar semangat lagi buat kerja. Kadang emang kayaknya butuh istirahat aja sih. Menurut kamu gimana?"

DeepSeekGoogle GeminiChatGPT
Wah, aku ngerti banget perasaanmu, Rin! Writer's block + overwhelmed itu kayak lingkaran setan—semakin dipaksakin, malah makin mentok. Tapi tenang, ini *normal* banget, apalagi buatmu yang kerja di dunia jurnalistik yang serba cepat. 1. Accept That It's Okay to Rest** - **"Males" itu sinyal tubuh**, bukan kemalasan. Otakmu butuh recharge. Istirahat *bukan* gagal, tapi bagian dari proses kreatif. - Coba kasih waktu 1-2 hari *full off* dari kerja (kalau bisa). Tidur, Netflix, atau jalan-jalan ke tempat yang *bukan* meja kerja. 2. Break the Task into Tiny Bites** - **Overwhelm sering muncul karena beban terasa terlalu besar**. Pecah tugasmu jadi step kecil-kecil: - 📌 *"Hari ini cuma bikin outline kasar"* - 📌 *"Cari 1 referensi artikel terkait"* - 📌 *"Tulis 1 paragraf aja, nggak perlu bagus"* - Setiap selesai step kecil, rayakan (e.g., *"Yes, aku sudah mulai!"*). 3. Trick Your Brain to Start** - **"2-Minute Rule"**: Mulai dengan nulis *apa saja* selama 2 menit. Seringkali, begitu mulai, otak akan ikut mengalir. - **Ganti medium**: Nulis di notes HP, rekam suara, atau ngobrol sama temen buat brainstorming. Kadang suara > tulisan. 4. Find Your "Why" Again** - Tanya diri sendiri: *"Apa yang bikin aku suka nulis dulu?"* - 🎥 Tonton dokumenter / baca karya favorit yang menginspirasimu. - 💬 Ngobrol dengan narasumber atau teman sesama jurnalis—bisa nyalain lagi semangatmu. 5. Physical Movement = Mental Reset** - **Olahraga ringan**: Jalan kaki 10 menit, stretching, atau nyanyi sambil joget bisa bikin otak lebih segar. - **"Shower Ideas"**: Banyak ide muncul pas kita lagi *nggak* mikir kerjaan (e.g., mandi, masak, bersihin meja). 6. Create a "Distraction-Free" Zone** - Matiin notifikasi, pakai apps kayak *Forest* buat blokir sosmed, atau coba teknik **Pomodoro** (25 menit nulis, 5 menit istirahat). - Kalau mentok, pindah lokasi: coworking space, kafe, atau bahkan teras rumah. 7. Jangan Terlalu Keras pada Dirimu** - Writer's block *bukan* tanda kamu nggak berbakat. Bahkan penulis legendaris kayak J.K. Rowling pernah mengalaminya. - Kalau ada suara kritik dalam kepala seperti *"Tulisanku jelek"*, coba lawan dengan: *"Ini cuma draft, nanti bisa diedit lagi."* **Extra Tip**: Kadang kita butuh *external deadline* atau kolaborasi buat memacu adrenalin. Coba janjiin ke editor/rekan kerjamu untuk kirim draft kasar dalam waktu tertentu—pressure sehat bisa bantu kamu *move on* dari block. Yang paling penting: **percaya bahwa fase ini akan berlalu**. Kamu sudah pernah nulis ribuan kata sebelumnya, dan kamu pasti bisa melakukannya lagi. Istirahat dulu kalau perlu, Rin—nanti juga ide akan datang lagi saat kamu lebih segar. 💪 *Kalau mau curhat lebih lanjut atau butuh brainstorming ide, aku siap jadi soundboard-mu! 😊*Hai Rinjani, aku ngerti banget perasaanmu. *Writer's block* dan rasa malas karena *overwhelmed* itu memang musuh bebuyutan jurnalis. Rasanya semua ide hilang dan energi terkuras habis. Dan ya, kamu benar sekali, **kadang yang dibutuhkan cuma istirahat**. Istirahat itu bukan cuma tidur, tapi memberi jeda pada otak dan fisikmu dari tekanan pekerjaan. Otak kita butuh waktu untuk "mencerna" dan "mengisi ulang." Kalau terus dipaksa, hasilnya malah enggak maksimal. --- Cara Mengatasi Writer's Block dan Mengembalikan Semangat Daripada memaksakan diri dan akhirnya makin *burnout*, coba terapkan beberapa strategi ini: 1. **Istirahat Total (TAPI Terencana):** * **Ambil Jeda Singkat:** Kalau memungkinkan, ambil cuti sehari atau dua hari, meskipun cuma di rumah. Matikan notifikasi kerja, jauhkan laptop, dan lakukan hal yang benar-benar bikin kamu senang. Entah itu nonton film, baca buku, jalan-jalan santai, atau bahkan cuma rebahan tanpa beban. * **"Digital Detox" Mini:** Coba batasi penggunaan gadget atau media sosial selama beberapa jam sehari. Terkadang, terlalu banyak informasi dari luar juga bisa bikin otak *overwhelmed*. * **Tidur yang Cukup:** Pastikan kamu mendapatkan tidur berkualitas. Kurang tidur bisa sangat memengaruhi konsentrasi dan kreativitas. 2. **Ubah Rutinitas dan Lingkungan:** * **Pindah Tempat Kerja:** Kalau biasanya kerja di kafe atau di rumah, coba sesekali kerja di perpustakaan, *coworking space*, atau bahkan taman. Lingkungan baru bisa memicu ide-ide segar. * **Jam Kerja Fleksibel:** Kalau memungkinkan, coba ubah jam kerjamu. Mungkin kamu lebih produktif di pagi buta atau justru di malam hari. Temukan ritmemu sendiri. * **Jeda Aktif:** Jangan duduk terus! Setiap 1-2 jam, berdiri, regangkan badan, jalan kaki sebentar, atau ambil minum. Ini membantu melancarkan peredaran darah dan menyegarkan pikiran. 3. **Metode Penulisan yang Berbeda:** * **Tulis Tanpa Beban (*Freewriting*):** Buka dokumen kosong, atur *timer* 5-10 menit, dan tulis apa saja yang ada di kepalamu tanpa henti, tanpa diedit, tanpa mikirin tata bahasa. Ini membantu "memanaskan" otak dan mengeluarkan unek-unek. * **Mulai dari Bagian yang Paling Mudah:** Kalau stuck di pendahuluan, coba lompat ke bagian isi atau kesimpulan yang sudah kamu kuasai. Kadang, momentum dari bagian yang sudah selesai bisa menular ke bagian yang lain. * **Brainstorming Visual:** Gunakan *mind map* atau *sticky notes* untuk memetakan ide-idemu secara visual. Kadang, melihat ide dalam bentuk gambar atau diagram lebih mudah daripada deretan kata. 4. **Isi Ulang Diri (Self-Care):** * **Berolahraga:** Aktivitas fisik terbukti ampuh mengurangi stres dan meningkatkan mood. Coba jalan kaki, lari, yoga, atau jenis olahraga lain yang kamu suka. * **Lakukan Hobi di Luar Kerja:** Kembali ke hal-hal yang dulu kamu suka tapi terlupakan. Membaca fiksi, melukis, main musik, berkebun, atau apapun yang bisa mengalihkan pikiranmu dari pekerjaan. * **Meditasi atau *Mindfulness*:** Latihan singkat untuk fokus pada napas dan hadir di momen sekarang bisa sangat membantu menenangkan pikiran yang *overwhelmed*. --- Ingat, Rinjani, *writer's block* itu adalah sinyal. Bisa jadi sinyal tubuhmu butuh istirahat, atau sinyal bahwa ada yang perlu diubah dari caramu bekerja. Jangan merasa bersalah saat istirahat, justru itu investasi untuk produktivitas jangka panjangmu. Setelah mencoba beberapa hal di atas, kira-kira ada yang terasa paling cocok untukmu?Rinjani, sounds like kamu lagi kelelahan bukan cuma fisik, tapi juga mental dan emosional. Apalagi kerja sebagai jurnalis, tekanan deadline, validasi data, dan harus selalu kreatif bisa bikin cepat *mentok*. Writer's block yang kamu alami **nggak cuma soal "malas nulis"**, tapi lebih ke sinyal tubuh dan pikiran kamu yang bilang: *"Aku capek, kasih jeda dulu dong."* Dan kamu sendiri udah cukup sadar, kayaknya emang butuh istirahat. Itu langkah awal yang bagus banget. --- 🔁 **Langkah Buat Pulih dari Writer's Block karena Overwhelm:** 1. **Izin ke Diri Sendiri Buat Nggak Produktif** Kadang kita merasa bersalah kalau nggak nulis atau nggak kerja optimal. Padahal, *rest is part of the process*. Kasih ruang buat istirahat tanpa rasa bersalah. Tulislah satu kalimat ini dan taruh di depan meja kerja: > "Hari ini aku nggak harus sempurna. Aku cukup hadir." 2. **Tulis Bebas (Tanpa Tujuan)** Ambil 5–10 menit, tulis apa aja yang kamu rasain, tanpa mikirin struktur, topik, atau pembaca. Bukan buat dipublikasi—cuma buat ngebuka jalan pikiran yang mampet. Ini semacam "pemanasan" buat otak kreatif kamu. 3. **Kurangi Paparan Stimulus** Overwhelm bisa datang dari kebanyakan info: media sosial, berita, notifikasi. Coba satu hari aja matiin notifikasi semua app, dan biarin otak kamu tenang. Kadang *"sunyi"* justru bikin ide muncul lagi. 4. **Temuin Kembali Hal yang Bikin Kamu Cinta Nulis** Ingat kenapa kamu mulai nulis. Coba baca ulang tulisan kamu yang dulu kamu banggakan. Atau baca karya orang lain yang bikin kamu "nyetrum" lagi semangatnya. 5. **Ganti Lingkungan** Kadang kamu cuma butuh nulis di tempat berbeda: kafe, taman, coworking space. Atau pindah jam nulis—dari malam ke pagi, misalnya. Suasana baru bisa ngasih sudut pandang baru. 6. **Bikin Target Super Ringan** Daripada nulis satu artikel utuh, pasang target kecil: *hari ini cuma nulis 1 paragraf aja.* Ketika beban kecil, kamu cenderung lebih ringan buat mulai. Dan seringnya, sekali mulai, kamu akan lanjut lebih dari itu. --- ### ❤️ Reminder Personal: Kamu bukan mesin konten. Kamu manusia yang boleh lelah, boleh istirahat, boleh gak produktif beberapa hari. Tapi kamu juga manusia yang bisa bangkit, bisa nemu suara kreatifnya lagi. Kalau kamu butuh, aku bisa bantu brainstorming ide nulis, atau kasih prompt-prompt ringan buat latihan nulis lagi tanpa beban. Mau coba?

Ketiga AI itu lagi-lagi merespons dengan memvalidasi perasaan yang pencurhat rasakan. Kemudian dilanjutkan dengan memberikan poin-poin berisi solusi yang bisa dilakukan.

Baik DeepSeek, Gemini, dan ChatGPT sama-sama menutup respons tersebut dengan memberi sejenis motivasi untuk si pencurhat agar tetap beristirahat di tengah kondisi writer's block.

AI Mana yang Paling Banyak Merespons Curhatan?

Pada curhatan yang pertama jumlah kata respons dari AI paling banyak ada dari Gemini sebanyak 352 kata. Kemudian, disusul dengan ChatGPT sebanyak 316 kata dan terakhir ada DeepSeek dengan jumlah kata sebesar 247.

Sementara itu, pada curhatan yang kedua, jumlah kata dari respons AI paling banyak juga dipegang oleh Gemini sebanyak 580 kata. Disusul kembali dengan ChatGPT sebanyak 336 kata. Tak berbeda jauh, Deepseek merespons curhatan dengan 330 kata.

Di curhatan yang ketiga, jumlah kata paling banyak masih dipegang Gemini dengan kata sebanyak 478 kata. Kemudian, ada DeepSeek dengan jumlah 426 kata dan ChatGPT dengan jumlah kata sebanyak 369.

Ini berarti, Google Gemini menjadi AI dengan paling banyak jumlah kata saat merespons curhatan dari pengguna dibandingkan dengan DeepSeek dan ChatGPT.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.
Next Post Previous Post