Ilustrasi Ayunan Lengan Saat Lari yang Benar. Foto: muse studio/Shutterstock
Bukan cuma kaki yang berperan penting dalam kegiatan lari, tapi juga ayunan lengan. Apabila lengan diayunkan dengan benar, tubuh akan berlari lebih stabil atau seimbang.
Selain itu, ayunan lengan yang baik dapat mengurangi beban kerja pada kaki, sehingga tenaga yang dikeluarkan tidak terlalu banyak. Hal ini dibuktikan dalam jurnal bertajuk Arm Swinging Saves Energy susunan Kathryn Knight bahwa mengayunkan lengan saat berlari dapat mengurangi pengeluaran energi sebanyak 3-13%.
Sayangnya, masih banyak pelari pemula yang kerap mengayunkan lengan secara serampangan. Misalnya, mengayunkan lengan terlalu kuat, diayun terlalu jauh dari tubuh, atau bahkan jarang mengayunkan lengan.
Lantas, bagaimana sebenarnya gerakan ayunan lengan saat lari yang benar? Yuk, cari tahu jawabannya dengan membaca artikel ini hingga tuntas.
Gerakan Ayunan Lengan Saat Lari yang Tepat
Ilustrasi Ayunan Lengan Saat Lari yang Tepat. Foto: lzf/Shutterstock
Menurut penjelasan personal trainer, Bambang Yulianto, ayunan lengan yang benar saat lari adalah siku harus ditekuk 70-90 derajat. Kemudian, kepal tangan seperti menggenggam sesuatu, tapi genggamannya tetap rileks.
Setelah itu, koordinasikan ayunan lengan dengan langkah kaki. Usahakan ayunan lengan hanya maju dan mundur, tidak menyilang ke arah badan.
Dikutip dari laman Run Outside, ayunan lengan yang menyilang dapat memengaruhi momentum dan efisiensi lari. Gerakan ini juga menyebabkan rotasi berlebihan pada tubuh bagian atas, pinggul, dan tulang belakang.
Alhasil, punggungmu akan lebih terbebani saat lari. Energi yang dikeluarkan juga jadi lebih banyak dan bisa mengurangi performa lari.
Bambang atau yang akrab disapa Mas Bams juga menekankan agar ayunan lengan harus didorong oleh bahu. "Bahu yang nge-drive ayunannya, bukan dari siku atau pergelangan tangan," ucapnya kepada admin teman kumparan Running Club.
Ilustrasi Mengayunkan Lengan Saat Lari. Foto: Dok. Shutterstock
Selain itu, menurut Dave Berdan yang merupakan pemenang Baltimore Marathon dalam laman Runner's World, ayunan lengan tidak boleh melewati garis tengah tubuh atau area pinggang. Jika melewati garis tersebut, langkahmu bisa terhambat dan memperlambat lari.
Itulah teknik ayunan lengan saat lari yang benar secara umum. Perlu diingat bahwa ayunan lengan sebenarnya cukup bervariasi, karena harus disesuaikan dengan medan dan kecepatan masing-masing pelari.
Jika kamu berlari di jalanan yang mulus dan datar, teknik yang diajarkan Mas Bams bisa kamu terapkan. Namun, jika kamu berlari di bukit atau gunung, ayunan lengan harus lebih kuat lagi. Hal ini dijelaskan Jeff Gaudette yang merupakan seorang coach dalam laman Runner's World.
"Ayunan lengan yang kuat menciptakan refleks peregangan yang lebih besar di bahu, dan membantumu menggerakkan lengan dan kaki ke depan," kata Gaudette.
Jangan ketinggalan info event Fun Run! Gabung komunitas teman kumparan Running Club sekarang http://kum.pr/running