Menelusuri Jejak Kopi Indonesia Jadi Bagian Starbucks di World of Coffee 2025 - my blog

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Menelusuri Jejak Kopi Indonesia Jadi Bagian Starbucks di World of Coffee 2025
May 17th 2025, 12:36 by kumparanFOOD

Pameran kopi Indonesia di booth Starbucks di event World of Coffee Asia 2025 (16/5/25). Foto: Dok. Starbucks Indonesia
Pameran kopi Indonesia di booth Starbucks di event World of Coffee Asia 2025 (16/5/25). Foto: Dok. Starbucks Indonesia

Kesuksesan industri kopi Indonesia rupanya sudah menjadi bagian dari beberapa brand kopi besar dunia. Sebut saja Starbucks, perusahaan asal Seattle, Amerika Serikat ini telah memasuki produk kopi Sumatera sejak awal mereka berdiri, tepatnya tahun 1971.

Kopi Indonesia memegang peranan penting dalam perjalanan global Starbucks dalam menyajikan kopi-kopi terbaiknya ke seluruh dunia. Starbucks dengan bangga mengambil sumber kopi dari berbagai daerah penghasil kopi di Indonesia sejak tahun 1971.

"Kopi Indonesia sangat erat kaitannya dengan warisan kami sejak 1971. Selama beberapa dekade terakhir, kekayaan rasa dan tradisinya telah membentuk hampir 30 campuran kopi Starbucks dan lebih dari 100 Starbucks single-origin dari berbagai daerah di seluruh Indonesia, dengan fokus pada Sumatra," kata Chanda Beppu, Presiden Starbucks Asia Pasifik, dikutip dari siaran resminya, Jumat (16/5).

"Kami bangga menjadi bagian dari acara perkopian ini sembari merayakan asal-usul, komunitas, dan masa depan kopi di Indonesia. Dengan mempertemukan para ahli kami di bidang agronomi dan inovasi kopi dengan para barista kami yang terampil, Starbucks bertujuan untuk memicu kolaborasi yang bermakna dan berbagi pengetahuan di seluruh industri, sekaligus menunjukkan kelestarian hubungan kami dengan kopi Indonesia," lanjutnya.

Pameran kopi Indonesia di booth Starbucks di event World of Coffee Asia 2025 (16/5/25). Foto: Dok. Starbucks Indonesia
Pameran kopi Indonesia di booth Starbucks di event World of Coffee Asia 2025 (16/5/25). Foto: Dok. Starbucks Indonesia

Kisah kesuksesan kopi Indonesia menjadi bagian dari produk Starbucks ini juga diceritakan langsung oleh Sergio Alvarez, Senior Manager, Coffee Strategy Development & Integration yang kumparanFOOD temui dalam acara World of Coffee Asia 2025 di JICC, Jakarta, Jumat (16/5).

Pada kesempatan tersebut Sergio mengungkapkan kekagumannya terhadap kopi Indonesia. Dia bahkan mengaku dapat dengan mudah mengidentifikasi cita rasa khas kopi Indonesia yang umumnya terasa kuat aroma rempah-rempah, herbal, earthy, citrus, dan lainnya. Menurutnya, setiap pulau di Indonesia memiliki cita rasa kopi yang unik dan berbeda.

"Kualitas produk kopi Indonesia dari dulu sampai sekarang mengalami peningkatan. Saya dan tim telah mencoba begitu banyak produk kopi tapi saya selalu bisa langsung tahu Sumatra kopi (misalnya). (Kopi) Sulawesi sedikit lebih buttery, Sumatera spicy dan earthy, Jawa lebih terasa citrus terutama dari Jawa Barat," terangnya kepada kumparan.

Saat ditanya mengenai produk kopi Indonesia pertama yang digunakan Starbucks, Sergio menjawab, Mandailing Sumatera Utara, Selebes Sulawesi, dan Jawa Barat. Sedangkan saat ini timnya tengah mengembangkan kopi Bali dan Flores.

"Dalam mengembangkan produk kopi baru biasanya kami mengidentifikasi keunikan rasa khas dari daerah tersebut. Misalnya di Bali, saya pertama kali mencoba buah salak yang rasanya unik. Jadi kami sedang mencoba memproduksi kopi yang bisa menghasilkan rasa salak serta beraroma bunga khas Bali, yakni kamboja," ungkapnya.

Setiap hari Sergio dan timnya bisa mencicipi 500 sampai 700 cup per hari. Dia dibantu oleh tim yang berisi 15 sampai 20 certified cupper.

Kisah unik dari kopi Indonesia yang menjadi bagian Starbucks ini juga bisa dilihat oleh para pengunjung yang datang ke booth mereka di World of Coffee Asia 2025.

Di pameran ini kita juga bisa mencicipi secara gratis ragam seduhan kopi Indonesia. Misalnya saja kumparanFOOD mencicipi single origin "Indonesia Aceh" yang diseduh secara manual. Kopi ini memiliki rasa tembakau yang cukup kuat, sedikit asam, dengan tingkat kepahitan medium.

Mengungkap Tantangan Industri Kopi Dunia saat Ini

Roberto Alonso Vega Alfaro, Vice President, Global Coffee Agronomy, R&D, and Sustainability di Starbucks, menjadi pembicara di Lecture Series hari kedua di event World of Coffee Asia 2025 (16/5/25). Foto: Azalia Amadea/kumparan.
Roberto Alonso Vega Alfaro, Vice President, Global Coffee Agronomy, R&D, and Sustainability di Starbucks, menjadi pembicara di Lecture Series hari kedua di event World of Coffee Asia 2025 (16/5/25). Foto: Azalia Amadea/kumparan.

Selain bisa mencicipi dan menyelami kesuksesan kopi Indonesia yang menjadi bagian Starbucks, perusahaan ini juga menghadirkan pembicara dalam workshop Lecture Series.

Roberto Alonso Vega Alfaro, Vice President, Global Coffee Agronomy, R&D, and Sustainability di Starbucks, menjadi pembicara di Lecture Series hari kedua. Roberto membahas mengenai tantangan yang banyak dihadapi pelaku industri kopi saat ini.

Roberto mengatakan isu perubahan iklim menjadi salah satu hal yang paling serius. Dampak iklim yang kian terasa telah mengganggu ekosistem lingkungan perkebunan kopi. Banyak petani kesulitan merawat pohon kopi akibat perubahan cuaca yang ekstrem.

"Sejak 2013, kami telah menjadi yang terdepan dalam mengatasi perubahan iklim untuk memastikan masa depan kopi bagi semua orang. Pendekatan kami berfokus pada mitigasi dampaknya terhadap produksi kopi, sekaligus meningkatkan produktivitas, profitabilitas, dan ketahanan iklim bagi para petani," kata Roberto.

Ditutup dengan Pengalaman Sehari Menjadi Pencicip Kopi Profesional

Sesi cupping Starbucks di event World of Coffee Asia 2025 (16/5/25). Foto: Azalia Amadea/kumparan.
Sesi cupping Starbucks di event World of Coffee Asia 2025 (16/5/25). Foto: Azalia Amadea/kumparan.

Usai menghadiri sesi wawancara eksklusif dengan Sergio dan mendengarkan workshop bersama Roberto, pengalaman kumparan ditutup dengan mencoba menjadi pencicip kopi profesional.

Dalam sesi cupping, kami mencoba beberapa kopi unik yang diproduksi oleh Starbucks. Salah satunya adalah aged Sumatra. Kopi ini unik karena melalui proses fermentasi tiga sampai empat tahun.

Aged Sumatera yang kumparan cicipi dalam sesi cupping Starbucks di World of Coffee 2025 (16/5/25). Foto: Azalia Amadea/kumparan.
Aged Sumatera yang kumparan cicipi dalam sesi cupping Starbucks di World of Coffee 2025 (16/5/25). Foto: Azalia Amadea/kumparan.

Saat dicicipi, kopi hitam-kental ini memiliki body yang tebal, pahit yang kuat, dan terasa rempah seperti kayu manis. Di akhir juga terasa aroma vanilla yang harum memenuhi rongga mulut.

Rupanya, keunikan kopi Indonesia memang begitu beragam. Cita rasa kopi yang dihasilkan bukan hanya pahit dan kental. Melainkan juga aroma khas yang harum rempah-rempah, buah-buahan, hingga bunga pun memperkaya rasa kopi Nusantara.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.
Next Post Previous Post