Kuliah dan bekerja rasanya memang sulit untuk berjalan beriringan. Sebab, keduanya butuh komitmen yang sama besar. Tapi bukan berarti hal tersebut mustahil diwujudkan.
Kini, justru banyak gen z yang memilih kuliah sambil kerja dengan motivasi yang berbeda-beda. Beberapa member komunitas teman kumparan adalah contoh nyatanya.
Member teman kumparan Ayu bercerita bahwa ia mulai bekerja sejak semester tiga di bangku perkuliahan. Motivasi utamanya karena ingin mandiri secara finansial.
"Nggak enak rasanya tiap butuh apa-apa harus minta orang tua terus, apalagi kuliah kan butuh banyak biaya juga," ucapnya saat diwawancarai admin komunitas teman kumparan.
Sementara itu, member teman kumparan Raka mengungkapkan bahwa dirinya memilih kuliah sambil kerja untuk memperkaya pengalaman yang nantinya akan ia cantumkan ke dalam portofolio.
"Pengin cari portofolio dan pengalaman kerja yang relevan sama jurusanku biar nanti pas lulus udah punya bekal, kan lumayan tuh, CV udah ada isinya," ucap Raka.
Lantas, gimana cara para member teman kumparan itu membagi waktu agar kuliah dan pekerjaannya enggak keteteran? Yuk, catat tips dari mereka di bawah ini.
Berikut beberapa hal yang dilakukan para member teman kumparan untuk mengatur waktunya agar kuliah dan pekerjaannya bisa berjalan beriringan tanpa kendala.
1. Menerapkan Time Blocking
Raka mengungkapkan bahwa dirinya memakai teknik time blocking untuk mengatur waktu kuliah dan kerja. Time blocking adalah teknik mengalokasikan waktu secara spesifik untuk sejumlah tugas tertentu.
"Jadi, aku alokasiin waktu spesifik untuk kuliah, kerja, istirahat, dan kegiatan pribadi. Misalnya, pagi sampai siang untuk kuliah, sore sampai malam untuk kerja, terus malamnya kalau masih kuat nyicil tugas," terang Raka.
2. Menerapkan Pomodoro Technique
Dikutip dari laman Todoist, pomodoro technique adalah metode manajemen waktu di mana kamu fokus melakukan pekerjaan selama 25 menit, kemudian istirahat selama 5 menit. Metode ini dapat meningkatkan fokus dan mencegah burnout, lho.
Member teman kumparan Dhina mengungkapkan bahwa ia selalu melakukan metode pomodoro technique agar tetap fokus dan tidak bosan dengan pekerjaannya.
"Tips manajemen waktu paling ampuh menurutku adalah pomodoro technique. Itu lumayan bikin aku tetap fokus dan nggak cepat bosan," ucapnya.
Dhina juga menyarankan agar selalu mengerjakan tugas kuliah maupun kantor secepatnya. Jangan ditunda-tunda karena bisa berujung keteteran.
"Jangan pernah menunda pekerjaan atau tugas, walaupun cuma nyicil 15-30 menit, itu udah sangat membantu daripada nggak sama sekali," saran Dhina.
4. Menghindari Multitasking
Multitasking memang tampak seperti solusi agar seluruh tugas bisa selesai dalam waktu singkat, tapi Ayu tidak merekomendasikan hal ini. Menurutnya, tugas sebaiknya dikerjakan satu per satu berdasarkan tingkat urgensinya. Tugas yang paling penting harus diprioritaskan agar selesai lebih cepat.
"Hindari multitasking! Fokus satu-satu aja biar hasilnya maksimal dan nggak cepat capek," ucap Ayu.
Nikmati serunya sharing hal-hal seru dengan ribuan teman baru di komunitas teman kumparan. Klik kum.pr/temankumparan