Arema Disanksi 1 Laga Tanpa Penonton & Denda Rp 20 Juta Imbas Insiden Bus Persik - my blog

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Arema Disanksi 1 Laga Tanpa Penonton & Denda Rp 20 Juta Imbas Insiden Bus Persik
May 17th 2025, 10:43 by kumparanBOLA

Maskot Arema FC melintasi lapangan seusai timnya kalah melawan Persik Kediri dalam pertandingan BRI Liga 1 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Minggu (11/5/2025). Foto: Irfan Sumanjaya/ANTARA FOTO
Maskot Arema FC melintasi lapangan seusai timnya kalah melawan Persik Kediri dalam pertandingan BRI Liga 1 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Minggu (11/5/2025). Foto: Irfan Sumanjaya/ANTARA FOTO

Arema FC akhirnya menerima hukuman dari Komdis PSSI imbas insiden oknum suporter lempar batu ke bus Persik Kediri beberapa waktu lalu. Sanksinya berupa menggelar laga tanpa penonton dan denda sebesar Rp 20 juta.

Sanksi tersebut tertuang dalam surat keputusan bernomor 179/L1/SK/KD-PSSI/V/2025 tertanggal 15 Mei 2025. Berdasarkan surat keputusan Komdis PSSI, Panpel Arema FC dinyatakan melanggar Kode Disiplin PSSI Tahun 2023 Pasal 68 huruf (c) jo Pasal 69 ayat 1 dan ayat 2.

Sanksi yang diberikan berupa larangan menyelenggarakan pertandingan dengan penonton sebanyak satu kali saat menjadi tuan rumah dan denda sebesar Rp. 20.000.000,- (dua puluh juta rupiah). Komdis PSSI juga memberikan peringatan keras akan adanya sanksi yang lebih berat jika pelanggaran serupa terulang.

Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Arema FC, Erwin Hardiyono, menyampaikan tanggapannya terkait sanksi ini. Pihaknya menghormati sanksi dan menegaskan bahwa insiden ini menjadi pelajaran sangat berharga bagi seluruh pihak terkait, termasuk panpel, klub, Aremania, dan pihak keamanan secara keseluruhan.

Kondisi bus Persik Kediri imbas diserang oknum suporter usai laga lawan Arema di Stadion Kanjuruhan dalam lanjutan Liga 1 2024/25, Minggu (11/5/2025). Foto: Dok. Istimewa
Kondisi bus Persik Kediri imbas diserang oknum suporter usai laga lawan Arema di Stadion Kanjuruhan dalam lanjutan Liga 1 2024/25, Minggu (11/5/2025). Foto: Dok. Istimewa

"Kami dari Panpel Arema FC menerima keputusan dari Komdis PSSI. Ini menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi kami semua untuk melakukan introspeksi dan berbenah diri," ujar Erwin Hardiyono melalui keterangan resminya, Jumat (16/5).

Arema FC memohon agar kepolisian melakukan evaluasi terhadap pola pengamanan dan penertiban, terutama di area zona 4 atau di luar stadion. Erwin meyakini bahwa pihak kepolisian akan bertindak profesional dalam mengungkap dan menangkap pelaku penyerangan tersebut.

"Kami juga memohon kepada pihak kepolisian untuk mengevaluasi pola pengamanan dan penertiban, terutama di area zona 4 di luar stadion. Kami percaya pihak kepolisian akan segera mengungkap dan menangkap pelaku penyerangan," jelasnya.

Erwin juga menyampaikan keyakinannya bahwa dengan bantuan Presidium Aremania Utas dan berbagai pihak lainnya, Aremania akan semakin berbenah diri dan menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas, menjaga ketertiban, keamanan, dan kenyamanan selama pertandingan berlangsung.

Pemain Persik Kediri Hugo Samir (kanan) berusaha merebut bola dari pemain Arema FC Achmad Maulana (kiri) pada pertandingan Liga 1 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Minggu (11/5/2025). Foto: Irfan Sumanjaya/ANTARA FOTO
Pemain Persik Kediri Hugo Samir (kanan) berusaha merebut bola dari pemain Arema FC Achmad Maulana (kiri) pada pertandingan Liga 1 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Minggu (11/5/2025). Foto: Irfan Sumanjaya/ANTARA FOTO

"Kami yakin dengan bantuan Presidium Aremania Utas serta banyak pihak, kita semua akan berbenah dan semakin sportif dalam menjaga ketertiban, keamanan, dan kenyamanan selama pertandingan," pungkasnya.

Bus Persik Kediri dilempar batu oleh oknum suporter setelah mengalahkan Arema FC 3-0 dalam laga pekan ke-32 Liga 1 2024/25 di Stadion Kanjuruhan, Minggu (11/5). Polisi mengeklaim telah mengantongi bukti CCTV. Dirut PT LIB, Ferry Paulus, mengatakan bahwa terduga pelaku adalah anak kecil.

"Dari hasil pertemuan kilat pihak antara kepolisian dengan Persik dan Arema, ini sedang dicari oknum tadi. Kalau sekilas dari CCTV itu yang lempar masih anak kecil tapi belum bisa diidentifikasi," jelas Ferry kepada wartawan, Kamis (15/5).

"Iya jadi kalau dilihat dari CCTV, tapi detailnya belum ketahuan, saya masih berkoordinasi dengan teman-teman di Malang. Tapi kalau dilihat secara sekilas, fisiknya kecil, seperti umur 13-15 tahun," tutup Ferry.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.
Next Post Previous Post